KADERISASI DI HIMPUNAN
Oleh :
Antonius Priyo Nugroho Sulami
15308065
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan
Institut Teknologi Bandung
2009
I. Gambaran Umum Kaderisasi di Himpunan
Kaderisasi adalah suatu proses untuk menciptakan kader-kader baru untuk menjalankan suatu organisasi. Proses kaderisasi memiliki tujuan agar anggota baru yang memiliki visi dan misi serta pemahaman nilai yang sama dengan para pengkadernya, sehingga setelah diterima di dalam organisasi para kader tersebut dapat meneruskan perjalanan organisasi tersebut. Kaderisasi tiap organisasi berbeda tergantung dari tipe organisasinya. Kaderisasi dalam organisasi militer berbeda dengan organisasi bidang olahraga.
Di ITB, terdapat banyak sekali organisasi mahasiswa, dalam hal ini unit dan himpunan. Berbeda dari unit yang merupakan organisasi yang dibentuk lewat penyaluran minat, bakat, serta hobby para anggotanya, himpunan jurusan merupakan organisasi mahasiswa yang memiliki latar belakang keprofesian serta keilmuan tiap jurusan atau saat ini prodi.
Himpunan ini menjadi wadah penyalur ide-ide kreatif, minat dan bakat mahasiswa untuk melakukan sesuatu berdasarkan keilmuannya sendiri, sarana pengembang softskills, serta menjadi penyalur hubungan antara pendidikan di kampus dengan kenyataan di masyarakat. KAderisasi masing-masing himpunan pun memiliki cirri khas serta tradisinya sendiri.
Proses kaderisasi di himpunan di ITB memiliki tujuan untuk mennyalurkan nilai serta mengusahakan agar nilai-nilai yang disalurkan tersebut dapat ditangkap dengan baik oleh peserta kaderisasi. Kaderisasi yang baik akan menghasilkan kader yang memahami dengan baik nilai-nilai serta visi misi himpunannya, sehingga visi misi itu akan tercapai. Sementara kaderisasi yang buruk akan menyebabkan peserta kaderisasi tidak mengerti atau menangkap nilai-nilai yang ditransfer oleh seniornya. Dampaknya adalah gerkan himpunan tersebut akan melenceng jauh dari visi misinya semula.
Akhir kaderisasi himpunan di ITB biasanya ditandai dengan dikenakannya jaket himpunan kepada anggota-anggota yang telah selesai dikader.
II. Positif dan Negatif Kaderisasi Himpunan di ITB
Kaderisasi di ITB memiliki sisi positif serta negatif. Sisi positif yang bisa ditransfer dalam kaderisasi adalah kemampuan soft skills yang tidak diberikan di dalam kuliah.
Di beberapa kaderisasi himpunan di ITB, selain untuk mentransfer visi misi serta nilai-nilai, kaderisasi bisa menjadi ajang untuk melatih softskills serta mengaplikasikan keilmuan yang dipelajarinya untuk pengabdian masyarakat.
Sebagai contoh Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (MTI) memiliki program MTI consultant yang bertujuan untuk mengaplikasikan keilmuan Teknik Industri untuk mengembangkan kemampuan memberikan konsultasi kepada klien yang biasanya adalah industri-industri mikro di sekitar Bandung.
Proses kaderisasi di ITB biasanya melalui beberapa jenjang. Di sebagian besar himpunan, terdapat beberapa macam jenis anggota. Di MTI misalnya memiliki 3 jenis keanggotaan yaitu anggota muda, anggota biasa serta anggota luar biasa. Anggota muda adalah setiap mahasiswa jurusan Teknik Industri yang baru saja tergabung dalam prodi Teknik Industri. Anggota biasa adalah anggota muda yang telah menjalani proses kaderisasi lanjutan yaitu latiahn kepemimpinan serta organisasi. Anggota luar biasa adalah alumni Teknik Industri. Sisi positif dari pembagian keanggotaan ini adalah setiap anggota yang baru masuk bisa menyesuaikan diri dengan atmosfir baru di himpunan.
Yang menjadi sisi negatif kebanyakan kaderisasi di ITB adalah soal waktu pelaksanaan serta metode yang dipakai. Karena dibentuk berdasarkan bidang keilmuan masing-masing mahasiswanya, kaderisasi himpunan di ITB, ada bermacam nuansa di kaderisasi masing-masing himpunan. Nuansa-nuansa ini diciptakan agar peserta kaderisasi memiliki gambaran tentang keprofesian yang akan dihadapinya nanti. Himpunan-himpunan yang keprofesiannya lebih banyak berkecimpung di lapangan, cenderung memiliki nuansa keras. Sebagai contoh HMT yang kaderisasinya terkenal keras. Watak keras HMT ini ditimbulkan karena mahasiswa pengkader sudah menyadari iklim kerja yang keras, sehingga watak tahan banting dan keras ini dirasakan perlu diturunkan.
Beberapa himpunan yang keprofesiannya cenderung berkecimpung di bidang konsultasi seperti MTI, memberikan nuansa damai ,tanpa agitasi dan cenderung have fun pada waktu kaderisasi calon anggota mudanya.Menurut Anna (13408067), seorang mahasiswi Teknik Industri, hal ini lebih ditujukan agar calon anggota muda MTI merasa nyaman untuk berinteraksi dengan seniornya. Menurutnya, perasaan nyaman ini akan menyebabkan interaksi lebih mudah terjalin antara senior dan calon anggota, sehingga calon anggota tidak merasa sungkan untuk bertanya mengenai MTI.
“Jadi, kita didorong untuk mencari tahu sendiri, sehingga dibutuhkan kondisi yang nyaman.”, katanya, “sisi negatifnya, ada beberpa mahasiswa yang tidak serius menjalani proses kaderisasi ini. Tapi toh mereka akan rugi sendiri”
Beberapa proses kaderisasi himpunan ada yang dilaksanankan pada saat liburan semester dan sebagian lagi waktu kuliah. Belakangan ini ada beberapa kasus mengenai kaderisasi di ITB yang menyangkut masalah pelaksanaan proses kaderisasi. Sebagai contoh, di IMG tahun lalu ada yang meninggal dunia akibat intensitas kegiatan kaderisasi yang rata-rata dilakukan dari sore hingga larut malam.
Hal waktu ini menjadi kekhawatiran orangtua karena pada waktumalam hari sulit untuk mengontrol kondisi anaknya, apakah aman atau tidak. Selain itu intensitas kegiatan kaderisasi yang padat dikhawatirkan para dosen akan mengganggu waktu belajar para mahasiswa.
III. Pendapat Pribadi.
Saya setuju dengan definisi kaderisasi yang telah disampaikan di atas. Saya juga setuju dengan adanya proses kaderisasi di himpunan. Namun menurut saya metode keras ala danlap yang penuh dengan agitasi sudah kurang relevan dan membuat peserta kaderisasi menjadi agak bosan. Saran saya adalah untuk mengkaji kembali metode yang digunakan dan disesuaikan dengan target output yang ingin dicapai. Kunci kesuksesan di jaman sekarang adalah komunikasi. Bila dengan metode klasik dapat membuat komunikasi dengan angkatan atas terhambat, lebih baik kita membuat inovasi dengan mmbuat metode-metode baru yang lebih relevan dengan kondisi di masa sekarang dan masa depan. Saya cenderung setuju dengan metode yang dipakai MTI karena menurut saya dengan metode tersebut dapat melatih softskills tanpa menghambat komunikasi antar angkatan.
Selain itu mengenai masalah waktu pelaksanaan, menurut saya akan lebih baik jika kita memulai bersama satu ITB dan berakhir bersamaan juga, sehingga tidk terjadi kecemburuan social terhadap mahasiswa yang telah mengenakan jaket himpunan.Selain itu, saya lebih setuju jika kaderisasi himpunan dilakukan pada waktu libur semester karena menurut saya dengan melaksanakan proses kaderisasi pada waktu libur semester, menyebabkan angaktan telah saling mengenal saat kulaih dimulai sehingga untuk pembagian asistensi dan kuliah-kuliah lain, tidak sibuk berkenalan dan menurut saya menyebabkan mahasiswa memiliki waktu lebih untuk belajar.
IV. Sumber
(http://ivannugraha.wordpress.com/2009/03/18/kaderisasi-di-itb/)
http://www.km.itb.ac.id
http://dwinanto.wordpress.com/2009/02/24/draft-koridor-kaderisasi-km-itb/
(http://ikrimah90.blogspot.com/2009_08_01_archive.html)
(http://seribulaut.blog.friendster.com/2008/04/saya-menolak-konsep-non-him-apalagi-anggota-muda-anggota-biasa-ala-mti%E2